Pembangunan Jalan Paket 17 Maransi Kelurahan Air Pacah Pengerjaannya Amburadul Menimbulkan Polusi Udara dan Kemacetan Karena Tumpukan Material

  • Administrator
  • Jumat, 04 September 2026 21:56
  • 43 Lihat
  • Daerah
Globalpost.co.id (Padang) – Proyek Pengerjaan Pembangunan Jalan Paket 17 Maransi Kelurahan Air Pacah berupa Pelebaran jalan dan Drainase sudah dimulai Pengerjaannya. Pekerjaan ini bersumber dari dana APBD Kota Padang, dengan Anggaran biaya sebagaimana tertulis dalam Nilai Kontrak Rp.13.7000.623.006.00.-
 
Pengerjaan Proyek Pembangunan Pelebaran Jalan Maransi ini sudah dimulai dari Minggu lalu, yang diawali dengan Pengerukan dan Pembangunan Drainase di kiri dan Kanan Jalan Maransi yang menghubungkan Jalan Padang By Pass Kelurahan Air Pacah Kecamatan Koto Tangah Persis di depan Kantor Walikota dan DPRD Kota Padang Melawati Kampus bung Hatta Kelurahan dadok Tunggul hitam Tembus Ke jalan Kembar Kurao Siteba Kecamatan Nanggalo.
 
Pengerjaan Pembangunan Paket 17 ini tampaknya banyak menuai kritik sejumlah pihak,  dimana  pekerjaan yang dimulai dengan Penggalian dan Pengerjaan Drainase ini terkesan asal-asalan, tidak sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) lapangan. Hal ini bisa di lihat mulai dari cara pemasangan batu kali yang seharusnya di pasang Rapi dengan Adukan Semen dan Pasir sesuai standar pemasangan batu Kali. Tapi justru berbeda yang dilakukan Kontraktor yang mengerjakan Pemasangan Proyek Drainase ini.
 
Dari Pantauan Globalpost.co.id di lapangan ditemukan cara Pemasangan batu kali ini dengan cara menumpuk batu kali yang sudah diberi cetakan dari Papan Triplek Kemudian diisi dengan Coran.
 
Namun Hasilnya Tidak Maksimal Karena batu yg diisi dengan Coran ini Menimbulkan Rongga-Rongga didalam batu yang Sudah ditumpuk Alias Tidak Sepenuhnya Terisi dengan  Coran Sehingga Diduga Kuat Pasangan Batu kali untuk Drainase ini Tidak Maksimal dan Tidak Kuat.
 
Bahkan Terlihat jelas material pasir yang dipakai sebagian Bukan Pasir yang bagus, tapi Pasir Merah yang Halus, atau lazim disebut Taik Air, sehingga Diduga kemungkinan hasil Pemasangan batu kali ini tidak akan kuat dan diperkirakan Mudah Roboh.
 
Selain Pemasangan batu kali Drainase yang Tidak sesuai SOP, juga ditemukan  Pembangunan Paket 17 ini Menimbulkan Polusi udara, Penuh Debu dengan Tidak adanya Penyiraman Jalan oleh Kontraktor yang Mengerjakannya, sehingga Kepulan Debu Membuat Polusi udara di sepanjang Jalan yang dikerjakan bisa mengganggu kesehatan, karena lokasinya Padat Penduduk dan bisa mengganggu  Pernapasan  warga Masyarakat yang berada disepanjang jalan yang dilalui Proyek tersebut.
 
Bahkan dari hasilpantauan di lapangan terdapat Tumpukan Material yang Kurang Teratur, Menumpuknya batu dan Pasir Sebanyak-banyaknya ditempat tersebut mengganggu masyarakat pengguna jalan yang melintasi jalan tersebut.
 
Saat Global Post ingin menanyakan hal ini Ke pihak Kontraktor selaku pelaksana pekerjaan, Pihak Pengawas Proyek Tidak ditemukan dipangan.
 
Sementara saat Global post menyampaikan terkait Kurang Maksimalnya Pengerjaan Drainase tersebut Kepada Salah Seorang Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Padang dari Komisi E Sekaligus Sekretaris DPC Partai Demokrat Kota Padang Mukhlis SE.
 
Via Telepon Seluler Mukhlis berjanji akan memanggil Dinas terkait. “Kami akan Memanggil Dinas Pekerjaan Umum Kota Padang dan akan memberikan teguran Kepada Pihak Kontraktor  yang Mengerjakan pembangunan Paket 17  tersebut. Yaitu berupa Pelebaran jalan dan Drainase di Sepanjang jalan Maransi agar memperbaiki pekerjaan yang diduga Kurang Maksimal dan Tidak Sesuai dengan Standar Pekerjaan yang telah ditentukan Oleh Pemerintah, yaitu Dinas Pekerjaan Umum Kota Padang,” katanya. (Johan. R)

Komentar

0 Komentar

Tanya Admin