Prabowo Dorong Pembangunan Pelabuhan Internasional Batam

  • Administrator
  • Kamis, 09 Juli 2026 08:54
  • 12 Lihat
  • Berita Utama

GLOBALPOST.co.id (Jakarta) – Presiden Prabowo Subianto mengarahkan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam dipersiapkan menjadi gerbang maritim dan investasi global. Salah satu fokusnya ialah pembangunan Pelabuhan Internasional Batam untuk memperkuat posisi kawasan tersebut dalam rantai pasok dunia.

Arahan itu disampaikan Prabowo saat menerima jajaran Badan Pengusahaan (BP) Batam di Jakarta untuk membahas percepatan transformasi Batam menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional.

Deputi Bidang Investasi BP Batam Fary Djemy Francis mengatakan Presiden ingin Batam menjadi model implementasi agenda nasional melalui hilirisasi, industrialisasi, deregulasi, percepatan investasi, dan efisiensi logistik. "Bapak Presiden juga mengarahkan agar Batam menjadi pilot project reformasi investasi nasional melalui digitalisasi pelayanan, pengawasan berbasis risiko, serta penguatan integritas kawasan," ujar Fary, Selasa (7/7/2026).

Menurut Fary, Presiden menilai daya saing Batam harus dibangun melalui kepastian hukum, pelayanan yang cepat, dan infrastruktur berstandar global.

Prabowo juga mengarahkan modernisasi pelabuhan serta pembangunan Pelabuhan Internasional Batam. Pelabuhan tersebut dirancang menjadi simpul logistik nasional yang terintegrasi dengan kawasan industri, manufaktur berteknologi tinggi, pusat data, dan jaringan pelayaran internasional.

Pemerintah berharap proyek tersebut mampu menekan biaya logistik, meningkatkan daya saing ekspor, serta memperkuat posisi Batam dalam rantai pasok global. Presiden juga akan mengoordinasikan langkah lintas kementerian dan lembaga untuk mempercepat penyelesaian berbagai isu strategis, mulai dari harmonisasi regulasi hingga pembangunan pelabuhan internasional.

Kepala BP Batam Amsakar Achmad mengatakan pelayanan investasi di Batam kini semakin cepat setelah terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas.

"Melalui berbagai reformasi tersebut, BP Batam menargetkan Batam menjadi kawasan yang lebih produktif, tertata, dan kompetitif, sekaligus memperkuat perannya sebagai pusat investasi, industri, dan perdagangan yang memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional," ujar Amsakar.

Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra mengatakan BP Batam juga terus memperkuat tata kelola melalui digitalisasi Land Management System (LMS). "BP Batam menilai perkuatan tata kelola tersebut akan meningkatkan kepastian hukum, mempercepat layanan investasi, serta memperkuat kepercayaan investor terhadap Batam sebagai tujuan investasi," ujarnya.

BP Batam mencatat realisasi investasi sepanjang 2025 mencapai Rp 69,3 triliun. Pada triwulan I 2026, investasi di Batam mencapai Rp 17,48 triliun atau tumbuh 102,85 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Investasi tersebut didominasi sektor bernilai tambah, seperti elektronik, mesin, pusat data, energi, dan kawasan industri. (Red/Lik)

Komentar

0 Komentar

Tanya Admin