Kritik Konstruktif Dirut Perumda Tirtawening Kota Bandung yang Baru

  • Administrator
  • Jumat, 30 Oktober 2026 12:52
  • 42 Lihat
  • Daerah

Globalpost.co.id- Kritik membangun (konstruktif) adalah jenis kritik yang disampaikan dengan tujuan membantu memperbaiki, menyempurnakan, atau mengembangkan suatu karya, kinerja, atau kebijakan, tanpa niat untuk menyerang pribadi.

Hal tersebut disampaikan Rumah Aliansi Sunda Ngahiji Kang Ogi di Kota Bandung,menurutnya Ciri-Ciri kritik membangun berbasis fakta dan objektif, sehingga disampaikan berdasarkan data atau kenyataan yang jelas, bukan asumsi atau emosi.

Kami dari warga Bandung menyambut dengan harapan besar. Tapi di hari-hari pertama Bapak menjabat, warga Andir, Astana Anyar, dan beberapa wilayah Kota Bandung justru menjerit: Bayar lancar, air tidak mengalir.

Ini bukan keluhan baru. Sudah berhari-hari warga harus beli jerigen, dorong gerobak air, padahal tagihan tetap jalan. Ini soal keadilan.

Maka izinkan kami titip 5 PR kepada Dirut yang baru dan mendesak:

1. Transparansi Penyebab Gangguan: Jangan hanya jawab "ada perbaikan". Warga butuh informasi jujur: Apa penyebabnya? Pipa bocor? Debit sumber berkurang? Pompa rusak? Berapa lama perbaikannya? Buat kanal informasi real-time per wilayah di IG & WA.

2. Audit Pelayanan dan Tagihan: Kalau air tidak mengalir 3-7 hari, jangan tagih normal. Ada mekanisme kompensasi atau diskon? Ini bentuk tanggung jawab BUMD kepada pelanggan.

3. Turun Langsung ke Andir: Kami tantang Dirut baru untuk sidak langsung ke Andir, duduk bareng warga yang pegang jerigen hitam itu. Dengarkan langsung, bukan hanya laporan dari staf.

4. Solusi Jangka Pendek yang Manusiawi: Selama air mati, kerahkan tangki air gratis secara rutin, bukan warga yang disuruh lapor dulu baru dikirim. Utamakan masjid, sekolah, dan warga padat penduduk.

5. Roadmap Pembenahan 100 Hari: Publikasikan program 100 hari Dirut baru. Warga ingin lihat keseriusan: target penurunan kebocoran air, peremajaan pipa tua di Bandung Barat, dan peningkatan pelayanan pengaduan.

Menurut Kang Ogi, kami tidak anti-Tirtawening. Justru kami ingin Tirtawening kembali menjadi kebanggaan warga Bandung, seperti dulu. Air adalah hak dasar warga. Tirtawening adalah wajah pelayanan Pemerintah Kota Bandung, kata Kang Ogi kepada Globalpost,Jumat (30/10/2026).

Pelanggan bayar, air tak mengalir, jangan biarkan warga Andir jadi korban lagi

Lanjut kang Ogi, selamat bertugas untuk Direktur Utama Perumda Tirtawening yang baru dilantik.

Fokus pada masalah/proses: Menyoroti aspek yang perlu diperbaiki (misalnya hasil kerja atau kebijakan), bukan menghina fisik atau karakter seseorang.

Memberikan arah atau solusi: Umumnya disertai saran, masukan, atau alternatif bagaimana cara memperbaikinya,pungkas Kang Ogi.

Kritik Konstruktif Dirut Perumda Tirtawening Kota Bandung yang Baru

Komentar

0 Komentar

Tanya Admin