Dugaan Korupsi Iklan BJB , Rancanakan Dialog Publik Melibatkan Praktisi Hukum dan LSM

  • Administrator
  • Senin, 19 Oktober 2026 19:52
  • 122 Lihat
  • Hukrim

Globalpost.co.id- Lembaga Swadaya Masyarakat Triga Nusantara Indonesia (LSM Trinusa) DPW Provinsi Jawa Jawa Barat bersama praktisi hukum dan mahasiswa merencanakan dialog publik yang bertemakan “Kemelut dana iklan BJB, siapa yang paling bertanggungjawab”.

Selebaran yang diterima media, Ketua LSM Trinusa DPW Jabar Ait M Sumarna membernarkan dalam waktu dekat beberapa LSM dan praktisi hukum akan merencakan dialog publik terkait kemelut dana iklan di Bank Pembangunan Daerah  Jawa Barat dan Banten (Bank BJB), ujar  Ait kepada media,Senin (19/10/2026).

Menurutnya, tema yang kita angkat kemelut dana iklan BJB, dan minta kepada KPK untuk menuntaskan secara tuntas serta mengusut dugaan korupsi dana iklan Bank BJB yang merugikan Negara ratusan miliar.

Karena ini system pengadaan, maka pihak yang bertanggungjawab bukan hanya Widi Hartoto atau Yuddy Renaldi melainkan pihak lain yang mengetahui sebuah kejahatan, maka turut serta dalam sebuah korporasi (corporate crime).

Bahkan Pejabat dan staf dari Bagian Hubungan Masyarakat (Humas) serta Divisi Corporate Secretary / Umum PT Bank BJB merupakan pihak yang paling bertanggungjawab soal pengadaan dan penghubung agensi.

Dalam beban promosi umum dan produk bank pada PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (Bank BJB) sebesar Rp1.159.546.184.272,00

Realisasi tersebut antara lain berupa Beban Promosi Umum dan Produk bank sebesar Rp820.615.975.948,00 dengan rincian realisasi beban promosi umum dan produk bank tersebut, diantaranya sebesar Rp801.534.054.232,00.

Besaran anggaran ini dikelola oleh Divisi Corporate Secretary (Corsec) atas biaya penayangan iklan di media televisi, media cetak dan media online melalui kerjasama dengan enam agensi seluruhnya sebesar Rp341.889.544.020,00.versi BPK.

Namun versi KPK dana iklan Bank BJB senbesar Rp409 miliar dan merugikan keuangan Negara diumumkan KPK sebesar Rp222 miliar dari Rp409 miliar.

Ada yang aneh dalam promosi iklan BJB, ada indikasi pihak-pihak yang menginginkan dan menggiring untuk sarana cari uang. Bisa jadi di tahun politik kemarin ada keinginan public figure mencalonkan dirinya mengikuti kontestasi pilkada,ujar Ait.

Sederet Nama Orang BJB yang di Periksa KPK Sebagai Saksi Dugaan Korupsi Dana Iklan

Mantan Direktur Keuangan PT Bank Pembangunan Daereah Provinsi Jawa Barat dan Banten (Bank-BJB) Nia Kania

Pihak dari Bagian Humas & Marcom Diperiksa sebagai Saksi

Indra Maulana Jabatan: Kepala Grup Hubungan Masyarakat (Humas) Bank BJB saat ini. Ia diperiksa dalam kapasitasnya sebagai mantan Kepala Grup Komunikasi Pemasaran (Marketing Communication / Marcom) Bank BJB.

Sonny Permana Jabatan: Pemimpin Bank BJB Kantor Cabang Garut sekarang di Bali. Ia diperiksa dalam kapasitasnya sebagai mantan Kepala Grup Hubungan Masyarakat (Humas) Bank BJB.

M. As'adi Budiman (MAB) Jabatan: Mantan Pemimpin Divisi Corporate Secretary Bank BJB periode 2018–2020 (sebelum masa jabatan Widi Hartoto).Sayed Fachrurazi Jabatan: Pegawai Grup Humas Bank BJB.

Imam Zulkifli Jabatan: Pegawai Grup Humas / Marcom Bank BJB. Rizca Meylantika Jabatan: Pegawai di Divisi Corporate Secretary Bank BJB. Khandinar Sidiq (KS) Jabatan: Officer PPA (Pengelolaan Pengadaan Barang/Jasa & Aset) pada Divisi Umum Bank BJB Kantor Pusat. Ia diperiksa untuk mendalami legalitas dokumen serta SOP pengadaan jasa agensi promosi yang diduga melanggar aturan internal perbankan.

Boy Panji Soedrajat, yang menjabat sebagai Pemimpin Divisi Hukum Bank BJB, telah diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi.

Juniardi Swastria Jabatan: Pemimpin Divisi Operasi Bank BJB. Purwana Bagja Jabatan: Manajer Grup Marketing Communication (Marcom) Bank BJB.

Pemeriksaan terhadap jajaran Humas/umum dan Hukum ini dilakukan KPK untuk membongkar bagaimana modus markup anggaran iklan sebesar Rp222 miliar dialihkan menjadi dana nonbujeter (kickback) demi keuntungan pribadi.

Keterkaitan dengan Kasus: Selain menjabat sebagai Kepala Cabang Garut, Sonny Permana dipanggil KPK karena rekam jejak jabatannya terdahulu yang pernah menduduki posisi strategis sebagai Kepala Grup Hubungan Masyarakat (Humas) Bank BJB Kantor Pusat.

Dugaan Korupsi Iklan BJB Rancanakan Dialog Publik Melibatkan Praktisi Hukum dan LSM

Komentar

0 Komentar

Tanya Admin